• Skip to main content
  • Skip to header right navigation
  • Skip to site footer

Wira Tour Bali

Sewa Mobil & Paket Tour Private di Bali dengan Harga Terbaik

  • Home
  • Sewa Mobil
    • Avanza
    • Innova
    • Isuzu Elf
    • Hiace
    • Alphard
    • Bus
    • Suzuki APV
  • Paket Tour
  • Panduan
    • Destinasi Wisata
      • Atraksi Alam
      • Situs Budaya
    • Aktivitas
    • Harga Tiket
    • Itinerary
  • Lokasi Favorit
    • Pura Uluwatu
    • Pura Tanah Lot
    • Kuta
    • GWK Bali
    • Ubud Monkey Forest
    • Kintamani
    • Pura Ulun Danu Beratan
    • Kebun Raya
    • Sawah Terasering Tegalalang
Pengalaman Liburan Ke GWK Ungasan Bali

Pengalaman Liburan Ke GWK Bersama Keluarga

Anda di sini: Home » Destinasi Wisata » Pengalaman Liburan Ke GWK
Tanggal Update: 4 Desember 2025 | Wayan Suadnyana Kategori: Destinasi Wisata, Situs Budaya

Pengalaman liburan ke GWK bersama keluarga sekarang jadi salah satu hal yang paling sering pelanggan Wira Tour Bali tanyakan. Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK Bali) sudah menjadi salah satu tempat wisata populer di Bali, terutama untuk wisatawan domestik yang datang bersama anak-anak.

Terakhir kami cek: 02 Desember 2025 (WITA).

“Prefer to read this GWK Bali family review in English? Click here for the English version.” >>>

Gerbang depan GWK Cultural Park dengan papan nama besar di Ungasan Bali
Gerbang utama GWK Cultural Park di Ungasan. By Wira Tour.

Mungkin Anda juga sama: sudah sering lihat foto GWK di media sosial, dengar cerita teman, tapi masih ingin tahu cerita nyata dan review dari keluarga yang sudah pernah ke sana sebelum benar-benar memasukkannya ke itinerary.

Di halaman ini, saya berbagi alur hari liburan kami di GWK Ungasan Bali bersama istri dan anak-anak: bagaimana kami menyusun rute, seperti apa suasana di dalam area, sampai pengalaman menonton Tari Kecak dari sudut pandang keluarga.

Untuk informasi teknis seperti panduan rute lengkap, jam buka terbaru, atau harga tiket masuk GWK, hal tersebut saya bahas di halaman lain yang khusus untuk panduan.

Di sini fokusnya cerita pengalaman dan review suasana Garuda Wisnu Kencana dari kacamata keluarga.

Baca, “Panduan Liburan Ke GWK Ungasan Bali: Rute, Jam Buka, & Fasilitas” >>>

DAFTAR ISI[Sembunyikan][Perlihatkan]
  • Ringkasan pengalaman & review GWK Bali untuk keluarga
  • Kenapa kami memilih GWK untuk liburan keluarga
  • Mengatur hari: itinerary singkat sebelum ke GWK
  • Perjalanan menuju GWK dari Nusa Dua
  • Kesan pertama: area parkir & suasana awal di GWK
  • Antrean tiket masuk & tips tiket online GWK
  • Masuk area GWK & mengunjungi Plaza Wisnu
  • Plaza Garuda, Lotus Pond, & Festival Park
  • Istirahat, makan, & persiapan menonton Tari Kecak
  • Pengalaman menonton Tari Kecak di GWK
  • Ringkasan akhir pengalaman & review Garuda Wisnu Kencana untuk keluarga+−
    • Tentang pengalaman ini
  • FAQ pengalaman keluarga di GWK Ungasan Bali

Ringkasan pengalaman & review GWK Bali untuk keluarga

  • Cocok untuk: keluarga dengan anak yang ingin melihat ikon baru Bali dan menonton Tari Kecak.
  • Waktu main: sore sampai malam, setelah aktivitas siang di Tanjung Benoa atau Nusa Dua.
  • Suasana: ramai, banyak rombongan sekolah dan keluarga; siap dengan keramaian dan antrean.
  • Tiket: lebih nyaman jika pesan online dulu, jadi di lokasi tinggal tukar voucher saja.
  • Tari Kecak: datang sedikit lebih awal agar mendapat kursi yang nyaman dan tidak harus duduk di tangga.

Kenapa kami memilih GWK untuk liburan keluarga

Ide liburan keluarga ke Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana pertama kali datang dari istri saya.

Dia ingin melihat langsung patung Garuda Wisnu Kencana yang rampung dibangun pada 2018 dan diresmikan pada 22 September 2018, setelah sebelumnya hanya melihat dari berita dan media sosial.

Dari dekat, patungnya terasa sangat besar dan mendominasi area. Tingginya sekitar 121 meter sehingga mudah sekali menjadi fokus perhatian begitu kita masuk kawasan GWK.

Patung utama Garuda Wisnu Kencana tampak depan di kawasan GWK Bali
Patung utama GWK yang sejak awal ingin kami lihat dari dekat. Photo by Connor.

Saat ide liburan ke GWK saya sampaikan ke anak-anak, reaksinya beragam. Ada yang langsung semangat, ada juga yang kurang antusias.

Setelah saya bujuk dengan janji jalan-jalan dan makan enak, akhirnya semua setuju ikut ke GWK Ungasan. Dinamika seperti ini mungkin juga Anda alami saat mengajak anak liburan.

Mengatur hari: itinerary singkat sebelum ke GWK

Kami berangkat dari rumah sekitar pukul 10.00 WITA, tapi tidak langsung menuju GWK.

Alasannya sederhana: kami tidak ingin tiba di GWK saat matahari sedang terik, sementara pertunjukan utama seperti Tari Kecak justru berlangsung menjelang sore hingga malam.

Dari rumah, kami terlebih dahulu menuju kawasan wisata Tanjung Benoa untuk makan siang.

Kami memilih Rumah Makan Padang Rindu Rasa, salah satu tempat makan favorit keluarga jika sedang berada di area tersebut. Setelah perut terisi, suasana liburan langsung terasa lebih santai.

Pintu masuk Rumah Makan Padang Rindu Rasa di Tanjung Benoa Bali
Rumah Makan Padang Rindu Rasa di Tanjung Benoa.

Selesai makan siang, saya mengajak keluarga mampir ke Mall Bali Collection di kawasan ITDC Nusa Dua. Suasananya nyaman dan tidak terlalu ramai, enak untuk sekadar jalan-jalan, cuci mata, atau mencari camilan.

Tanpa terasa, waktu sudah menunjukkan sekitar pukul 15.30 setelah kami cukup lama berkeliling di dalam mal.

Bagi Anda yang datang dari luar Bali dan ingin menggabungkan beberapa tempat dalam satu hari, pola seperti ini cukup menyenangkan: siang hari di Tanjung Benoa atau Nusa Dua, lalu sore sampai malam di GWK.

Perjalanan menuju GWK dari Nusa Dua

Sekitar pukul 15.40 kami berangkat dari Mall Bali Collection menuju Garuda Wisnu Kencana. Waktu tempuh dari area Nusa Dua ke Ungasan kurang lebih 45 menit, bergantung kondisi lalu lintas.

Kami tahu, jika berangkat melalui jalan Kampus Universitas Udayana (Unud) pada sore hari, biasanya jalanan akan cukup macet. Karena itu, kami memilih rute lain yang mengarah ke Pantai Melasti Ungasan.

Perkiraan kami ternyata benar. Di Jalan Raya Uluwatu Ungasan memang terjadi kemacetan, terutama mendekati kawasan wisata populer.

Bagi saya pribadi, kemacetan ini masih bisa ditoleransi selama suasana di mobil dibuat senyaman mungkin.

Anak-anak saya beri camilan, diperdengarkan musik, dan sesekali diajak melihat pemandangan di luar agar tidak bosan.

Untuk orangtua yang datang dari kota besar seperti Jakarta atau Surabaya, pola “macet tapi masih wajar” seperti ini pasti sudah tidak asing.

Kesan pertama: area parkir & suasana awal di GWK

Setelah melewati kemacetan di Jalan Raya Uluwatu, kami tiba di gerbang masuk GWK dan langsung masuk ke area parkir kendaraan.

Kesan pertama saya: area parkirnya luas, tetapi sangat ramai.

Kami sempat berkeliling beberapa kali sebelum akhirnya menemukan satu slot parkir kosong.

Sebagian besar kendaraan yang terparkir adalah mobil keluarga seperti Toyota Avanza dan Toyota Kijang Innova, serta banyak bus pariwisata besar yang mengangkut rombongan sekolah atau grup tur.

Kami membayar biaya parkir mobil di pintu masuk area parkir. Nominal yang saya bayarkan saat itu menurut saya masih wajar untuk ukuran objek wisata besar dengan fasilitas parkir seperti di GWK.

Parkir yang penuh memberi sinyal bahwa tempat tersebut memang sedang digemari banyak wisatawan domestik, sehingga wajar jika suasananya ramai dari awal.

Antrean tiket masuk & tips tiket online GWK

Pemberitahuan Pembelian Tiket Masuk GWK Bali
Pemberitahuan Pembelian Tiket Masuk GWK Bali

Dari area parkir, kami berjalan menuju lokasi pembelian tiket yang saat itu berada di sekitar Plaza Bhagawan.

Di sinilah kami mendapat “pelajaran” pertama hari itu: antrean tiket masuk cukup panjang.

Pengunjung Taman Budaya GWK pada hari itu benar-benar banyak. Saya dan istri bergantian mengantre agar anak-anak tidak terlalu lama berdiri.

Lumayan melelahkan, tetapi suasana tetap terasa menyenangkan karena semua orang tampak antusias ingin segera masuk dan melihat patung GWK dari dekat.

Dari pengalaman ini, saya menyimpulkan satu hal penting: lebih nyaman jika tiket GWK sudah diurus secara online sebelum berangkat, sehingga di lokasi Anda hanya perlu menukarkan voucher dan tidak harus ikut antre terlalu lama di loket pembelian tanpa voucher.

Sekarang, kalau ada pelanggan yang bertanya, saya cenderung menyarankan mereka untuk memesan tiket masuk Garuda Wisnu Kencana lebih awal melalui pemesanan online.

Selain lebih praktis, terkadang juga ada penawaran yang lebih hemat daripada membeli langsung di loket.

Baca, “Harga Tiket Masuk GWK Bali Terbaru Untuk Wisatawan Domestik” >>>

Masuk area GWK & mengunjungi Plaza Wisnu

Gelang kertas akses masuk Garuda Wisnu Kencana.
Gelang kertas akses masuk.

Setelah cukup lama mengantre, akhirnya tiba giliran kami membayar tiket masuk.

Pada kunjungan keluarga kami saat itu, tiket masuk ke area Garuda Wisnu Kencana masih berbentuk gelang kertas yang dipasang di pergelangan tangan.

Setelah semua anggota keluarga mendapat gelang, kami berjalan menuju Plaza Kencana dan gerbang masuk Kura-Kura Plaza.

Di pintu masuk, kami hanya perlu menunjukkan gelang di pergelangan tangan kepada petugas, lalu dipersilakan masuk.

Dari Kura-Kura Plaza, kami melanjutkan perjalanan ke Plaza Wisnu.

Untuk menuju Plaza Wisnu, pengunjung perlu menaiki beberapa anak tangga, sehingga anak kecil mungkin perlu sedikit lebih banyak waktu.

Saat ini, sistem tiket GWK sudah menggunakan barcode ticket, dan gelang akses hanya diberikan sebagai penanda tambahan untuk pengunjung yang memesan pertunjukan BarAong.

Patung Wisnu di Plaza Wisnu GWK Bali dilihat dari tangga dengan payung kuning di sisi kanan kiri saat liburan.
Tangga menuju Plaza Wisnu di GWK. Photo by Connor.

Setibanya di sana, pemandangan patung Wisnu benar-benar mendominasi area. Pada saat kami datang, jumlah pengunjung sangat banyak dan rombongan anak sekolah mendominasi.

Untuk mengambil foto keluarga dengan latar patung tanpa ada orang lain di belakang hampir mustahil kami lakukan. Namun justru di situ suasana hidupnya terasa: ramai, penuh suara tawa, dan terasa bahwa GWK sudah menjadi salah satu ikon wisata favorit keluarga Indonesia.

Plaza Garuda, Lotus Pond, & Festival Park

Plaza Wisnu saat matahari terbenam © GWK Bali
Plaza Wisnu, salah satu spot sunset terbaik.

Setelah puas berfoto di Plaza Wisnu, kami melanjutkan perjalanan ke Plaza Garuda. Kondisi di sini kurang lebih sama: ramai oleh pengunjung, banyak rombongan menggunakan seragam sekolah atau kaus kelompok.

Dari Plaza Garuda, kami menuruni tangga menuju area Lotus Pond GWK.

Area ini sangat luas dan sering digunakan untuk event besar.

Berdiri di tengah-tengah Lotus Pond, dengan tebing batu tinggi di sekeliling dan patung raksasa di kejauhan, memberikan kesan yang kuat dan berbeda dibanding taman budaya lain di Bali.

Perjalanan kami berlanjut ke Festival Park. Dari area Festival Park, patung Garuda Wisnu Kencana terlihat jelas dan fotogenik, terutama jika cuaca cerah.

Di titik ini, kami banyak berhenti untuk mengambil foto keluarga.

Bagi orangtua yang sudah terbiasa mengabadikan momen untuk media sosial, spot ini termasuk lokasi yang aman untuk foto keluarga: latar menarik, ruang cukup luas, dan anak-anak bisa tetap bergerak leluasa.

Anak bungsu saya sempat menangis dan minta pulang karena kelelahan.

Akhirnya kami memutuskan kembali melewati Lotus Pond dan bergerak pelan menuju area keluar yang sebelumnya kami lewati.

Inilah dinamika liburan keluarga: rute ideal di kepala sering kali harus menyesuaikan dengan stamina anak-anak di lapangan.

Istirahat, makan, & persiapan menonton Tari Kecak

Dalam perjalanan kembali, kami melewati area food court yang lokasinya berdekatan dengan Amphitheater. Di sini, anak bungsu kami yang tadinya rewel mendadak ceria lagi setelah melihat es krim.

Ternyata penyebab tangisannya tadi sederhana: lapar dan ingin jajan.

Kami berhenti sejenak untuk makan ringan dan minum. Di area ini tersedia cukup banyak pilihan makanan dan minuman dengan suasana semi-outdoor.

Menurut saya, berhenti di sini sebelum lanjut menonton pertunjukan adalah keputusan yang tepat. Anak-anak jadi punya energi lagi, dan orangtua juga punya waktu untuk duduk sebentar sebelum aktivitas berikutnya.

Kami tidak sempat mengunjungi Indraloka Garden pada kunjungan kali itu. Pertimbangannya sederhana: jadwal Tari Kecak di Amphitheater sudah hampir dimulai, dan kami tidak ingin kehabisan tempat duduk.

Pengalaman menonton Tari Kecak di GWK

Pengalaman liburan nonton tari Kecak GWK.
Pementasan Tari Kecak GWK. By Wira Tour.

Melihat jumlah pengunjung yang terus berdatangan, saya sudah bisa menebak satu hal penting. Jika tidak segera mencari tempat duduk di Amphitheater, besar kemungkinan kami sekeluarga tidak akan kebagian kursi.

Dari food court, kami bergegas menuju Amphitheater.

Setibanya di sana, kursi sudah terisi sekitar setengah. Kami masih cukup beruntung mendapat tempat duduk yang lumayan dekat dengan panggung, meskipun posisinya agak di samping.

Beberapa menit sebelum pertunjukan dimulai, satu per satu pengunjung mulai memasuki area Amphitheater. Tak lama kemudian, semua kursi terisi penuh.

Beberapa pengunjung bahkan rela duduk di anak tangga untuk tetap bisa menyaksikan Tari Kecak.

Pada kunjungan keluarga kami waktu itu, sekitar pukul 18.15 pementasan Tari Kecak di Amphitheater GWK dimulai.

Suasana sore berubah menjadi lebih dramatis ketika cahaya lampu panggung berpadu dengan langit yang mulai gelap.

Bagi kami sekeluarga, menonton Tari Kecak di GWK menjadi salah satu highlight hari itu.

Kami memutuskan untuk tidak menonton sampai selesai dan keluar sedikit lebih awal dari area Amphitheater.

Alasannya sederhana: kami membawa anak-anak dan tidak ingin harus berdesakan di pintu keluar ketika pertunjukan benar-benar usai.

Setelah keluar dari area pertunjukan, langit sudah gelap dan kami berjalan kembali ke area parkir untuk pulang.

Catatan singkat: Saat pertama kali saya menulis pengalaman ini, pertunjukan Tari Kecak diadakan di Amphitheater.

Saat artikel ini kami perbarui, lokasi pementasan Tari Kecak di GWK telah berpindah ke Lotus Pond. Untuk update resmi jadwal acara, kebijakan terbaru, dan informasi event lain, Anda juga bisa cek situs resmi GWK Cultural Park.

Ringkasan akhir pengalaman & review Garuda Wisnu Kencana untuk keluarga

Bagi saya pribadi, pengalaman liburan keluarga ke GWK Ungasan Bali adalah kombinasi antara:

  • Melihat langsung ikon baru pariwisata Bali dalam skala besar.
  • Menikmati suasana taman budaya yang ramai dan hidup, penuh rombongan keluarga dan sekolah.
  • Menghabiskan sore sampai malam dengan menonton pertunjukan seni seperti Tari Kecak.

Kelebihan yang kami rasakan:

  • Patung Garuda Wisnu Kencana menarik dilihat dari dekat dan fotogenik dari banyak sudut.
  • Area taman budaya luas, dengan beberapa spot jelas seperti Plaza Wisnu, Plaza Garuda, Lotus Pond, dan Festival Park.
  • Banyak pilihan aktivitas ringan: jalan-jalan, foto keluarga, duduk santai, hingga menonton pertunjukan.

Hal-hal yang perlu Anda siapkan berdasarkan pengalaman kami:

  • Siap dengan keramaian, terutama jika datang di musim liburan atau akhir pekan.
  • Datang sedikit lebih awal jika ingin menonton Tari Kecak dan mendapatkan kursi yang nyaman.
  • Jika membawa anak kecil, atur ritme jalan dan istirahat, karena area GWK cukup luas dan butuh banyak berjalan kaki.
  • Pertimbangkan memesan tiket secara online terlebih dahulu agar waktu tidak habis di antrean loket.

Semoga review GWK Bali dari sudut pandang keluarga ini membantu Anda yang sedang mencari gambaran suasana sebelum memasukkan Garuda Wisnu Kencana ke itinerary.

Untuk informasi teknis seperti harga tiket masuk, jam buka terbaru, dan panduan rute menuju GWK, sebaiknya Anda membaca halaman khusus yang memang membahas topik tersebut secara lengkap.

Halaman pengalaman liburan ke GWK ini tidak membahas detail harga tiket dan jam buka, sehingga paling tepat Anda gunakan sebagai gambaran suasana dan pengalaman keluarga di Garuda Wisnu Kencana. Untuk data teknis dan angka terbaru, gunakan halaman panduan GWK yang sudah kami sediakan.

Baca, “Panduan Liburan Ke GWK Ungasan Bali: Rute, Jam Buka, & Fasilitas” >>>

Jika Anda ingin menggabungkan GWK dengan Tanjung Benoa, Nusa Dua, atau makan malam di Jimbaran, Anda bisa konsultasi itinerary via WhatsApp dengan tim Wira Tour Bali pada jam operasional 08.00–21.00 WITA.

Tentang pengalaman ini

Artikel ini kami tulis berdasarkan pengalaman langsung liburan keluarga ke GWK dari tim Wira Tour Bali yang dari tahun 2008 membantu wisatawan Indonesia menyusun itinerary liburan ke Bali.

FAQ pengalaman keluarga di GWK Ungasan Bali

Berapa lama waktu ideal di GWK jika membawa anak?

Untuk keluarga dengan anak, siapkan waktu sekitar 3–4 jam di dalam area GWK. Waktu tersebut biasanya cukup untuk jalan-jalan santai, foto di beberapa spot utama, istirahat dan makan ringan, lalu menonton satu pertunjukan seperti Tari Kecak.

Apakah GWK cocok untuk stroller dan anak kecil?

Sebagian area GWK cukup bersahabat untuk stroller, tetapi tetap ada tangga dan jalan menanjak di beberapa titik, misalnya menuju Plaza Wisnu. Jika membawa anak kecil, sebaiknya gabungkan stroller dengan sesi gendong sesekali dan atur ritme jalan supaya anak tidak terlalu lelah.

Jam berapa sebaiknya datang jika ingin menonton Tari Kecak di GWK?

Jika ingin menonton Tari Kecak, idealnya tiba di area GWK sekitar sore hari, lalu mulai bergerak ke area venue sekitar 30–45 menit sebelum jadwal pertunjukan dimulai. Dengan begitu, Anda punya waktu untuk mencari kursi yang nyaman dan tidak perlu duduk di tangga ketika semua kursi sudah terisi.

Bagikan ini:

  • Share on Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Share on WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Share on Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Share on X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Email a link to a friend(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik

Artikel Terkait

Tanggal Publish: Desember 2, 2025 | Wayan Suadnyana Kategori: Destinasi Wisata, Situs Budaya
Previous Post:Pertanyaan Liburan Ke BaliJawaban atas Pertanyaan Umum Liburan di Bali bagi Wisatawan Indonesia
Next Post:Lotus Pond GWK Bali: Venue Acara & Spot Foto IkonikLotus Pond Garuda Wisnu Kencana Bali

Tentang Wayan Suadnyana

Spesialis Wisata Bali di Wira Tour Bali

Hai, saya Wayan Suadnyana, spesialis wisata Bali dan salah satu penulis di Wira Tour Bali. Saya sudah 24+ tahun berkecimpung di dunia pariwisata Bali, membantu traveler merencanakan liburan yang lebih lancar lewat informasi yang jelas, praktis, dan bukan sekadar perkiraan.

Saya lulus dari Bali Tourism College (STP Bali) pada tahun 2001. Sejak itu, saya menggabungkan pengalaman langsung di lapangan dengan gaya penulisan yang fokus pada kebutuhan traveler. Tujuan saya sederhana: membantu Anda memilih tempat yang tepat, rute yang benar, dan rencana yang realistis supaya tidak buang waktu atau salah lokasi.

Yang bisa Anda harapkan dari panduan saya

Info akurat untuk ambil keputusan: harga, jam buka, lokasi, dan catatan “apa yang perlu Anda tahu sebelum datang”

Update transparan: saya memakai tanggal terakhir dicek dan disclaimer yang jelas karena jadwal dan biaya bisa berubah

Tips lokal yang relevan: akses masuk, parkir, waktu terbaik berkunjung, dan detail kecil yang terasa penting saat hari-H

Saya sangat familiar dengan kebutuhan logistik liburan di Bali seperti rute private car + driver, day tour, water sports, rafting, perencanaan fast boat, dan berbagai spot budaya di banyak area Bali. Saya menulis untuk traveler yang ingin Bali terasa mudah, bukan membingungkan.

Saat tidak menulis atau membantu tamu, saya biasanya mengeksplor Bali, seringnya sambil bersepeda. Pengalaman di jalan itulah yang membuat rekomendasi saya tetap realistis.

Ingin tips perjalanan dan update terbaru? Hubungi Wira Tour Bali dan ikuti media sosial kami untuk panduan baru, info musiman, dan shortcut praktis merencanakan liburan di Bali.

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Jelajahi Keseruan Aktivitas Liburan di Bali bersama Wira Tour

Apakah Anda tertarik untuk mencoba aktivitas seru seperti water sport Bali, rafting di Bali, dan lainnya? Di Wira Tour Bali, kami tidak hanya menyediakan layanan sewa mobil di Bali dan paket wisata, tetapi juga berbagai aktivitas liburan menarik. Kami menawarkan beragam pilihan, mulai dari water sport di Tanjung Benoa, rafting di Bali, hingga wisata naik kuda dan unta, serta banyak lagi aktivitas lainnya yang dapat Anda nikmati.

Lihat Detail
Paket Tanjung Benoa Water Sport
Bali Rafting

Jam Buka Kantor

  • Senin, 07:00 – 22:00 Wita
  • Selasa, 07:00 – 22:00 Wita
  • Rabu, 07:00 – 22:00 Wita
  • Kamis, 07:00 – 22:00 Wita
  • Jumat, 07:00 – 22:00 Wita
  • Sabtu, 07:00 – 22:00 Wita
  • Minggu, 07:00 – 22:00 Wita

Kontak

  • [email protected]
  • +6236 6558 1096 (Land Line).
  • +62812 3615 8243 (Telkomsel).
  • +62822 4714 8222 (Telkomsel).
  • Peta Situs.
  • Kebijakan Privasi.
  • Ubah pengaturan cookie

Alamat Kantor

Jalan Raya Sampalan No.45, Sampalan Tengah, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Bali 80761
Latitude: -8.5406281
Longitude: 115.4169525


  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram

Copyright © 2026 · Wira Tour Bali – NIB: 9120007512702 | KBLI: 79121 & 79111 · Power by WordPress

We use analytics cookies to improve this site. Click Accept to enable analytics, or Reject to continue without analytics. You can change this any time.
 

Memuat Komentar...