• Skip to main content
  • Skip to header right navigation
  • Skip to site footer

Wira Tour Bali

Sewa Mobil & Paket Tour Private di Bali dengan Harga Terbaik

  • Home
  • Sewa Mobil
    • Avanza
    • Innova
    • Isuzu Elf
    • Hiace
    • Alphard
    • Bus
    • Suzuki APV
    • Mobil Pengantin
  • Paket Tour
  • Panduan
    • Destinasi Wisata
    • Aktivitas
    • Harga Tiket
  • Lokasi Favorit
    • Pura Uluwatu
    • Pura Tanah Lot
    • Kuta
    • GWK Bali
    • Ubud Monkey Forest
    • Kintamani
    • Pura Ulun Danu Beratan
    • Kebun Raya
    • Sawah Terasering Tegalalang
Keluarga berjalan di area pura sebagai pilihan tempat wisata di Ubud

Tempat Wisata di Ubud Sesuai Area dan Gaya Liburan

Anda di sini: Home » Destinasi Wisata » Tempat Wisata di Ubud
Tanggal Update: 25 Mei 2026 | Wayan Suadnyana Kategori: Destinasi Wisata

Sedang memilih tempat wisata di Ubud, tetapi belum yakin mana yang paling cocok untuk rute liburan Anda?

Halaman ini membantu Anda membandingkan destinasi fisik di Ubud berdasarkan area, daya tarik utama, estimasi waktu, gaya liburan, dan kebutuhan mobil dengan sopir.

Karena fokus halaman ini adalah membantu Anda memilih tempat, detail tiket, jam buka, itinerary lengkap, aktivitas wisata, dan panduan khusus tiap destinasi lebih tepat dibahas di halaman yang lebih spesifik.

DAFTAR ISI[Sembunyikan][Perlihatkan]
  • Pilihan Tempat Wisata di Ubud+−
    • Monkey Forest Ubud
    • Tegalalang Rice Terrace
    • Istana Ubud atau Puri Saren Agung
    • Pura Taman Saraswati
    • Pasar Seni Ubud
    • Campuhan Ridge Walk
    • Goa Gajah
    • Pura Tirta Empul
    • Candi Tebing Gunung Kawi Tampaksiring
    • Museum Neka
    • Museum Blanco Renaissance
  • Pusat Ubud atau Luar Pusat Ubud?+−
    • Untuk Rute Pusat Ubud
    • Untuk Rute Luar Pusat Ubud
  • Pilih Tempat Wisata di Ubud Sesuai Gaya Liburan+−
    • Untuk Keluarga
    • Untuk Pasangan
    • Untuk Budaya dan Seni
    • Untuk Sawah dan Alam
  • Tips Memilih Rute Tempat Wisata di Ubud
  • FAQ tentang Tempat Wisata di Ubud
  • Rencanakan Kunjungan ke Tempat Wisata di Ubud

Pilihan Tempat Wisata di Ubud

Mulai dari daftar ini jika Anda ingin membandingkan tempat wisata di Ubud dengan cepat. Setelah itu, gunakan ringkasan tiap tempat untuk melihat fungsi dalam rute, kecocokan pengunjung, estimasi waktu, dan kebutuhan transportasi.

Monkey Forest Ubud

Monyet di Monkey Forest sebagai destinasi wisata di pusat Ubud
Hutan dan pura di pusat Ubud. By Yan Krukau.

Monkey Forest Ubud cocok jika Anda ingin melihat suasana hutan, pura, jalur pejalan kaki, dan monyet ekor panjang Bali tanpa keluar dari pusat Ubud.

Alokasikan sekitar 1 sampai 1,5 jam. Karena berada di pusat Ubud, tempat ini cocok untuk keluarga yang nyaman mengikuti aturan area monyet, pasangan, dan pengunjung yang ingin suasana alam tanpa perjalanan jauh.

Mobil dengan sopir tidak selalu diperlukan jika Anda menginap dekat pusat Ubud. Namun, kendaraan akan lebih praktis jika Anda menggabungkan Monkey Forest dengan Tegalalang, Tampaksiring, atau Bedulu.

Simpan makanan dan barang kecil sebelum masuk area agar tidak menarik perhatian monyet. Untuk aturan area monyet dan alur kunjungan, gunakan panduan Ubud Monkey Forest.

Tegalalang Rice Terrace

Sawah Tegalalang untuk pilihan wisata luar pusat Ubud
Sawah untuk rute luar pusat. Photo by Max Kukurudziak.

Tegalalang Rice Terrace lebih tepat dipilih jika prioritas Anda adalah pemandangan sawah, foto alam, dan suasana pedesaan di utara Ubud.

Alokasikan sekitar 1 sampai 1,5 jam. Tempat ini cocok untuk pasangan, keluarga yang nyaman berjalan di area sawah, dan wisatawan yang ingin melihat lanskap hijau Bali.

Mobil dengan sopir biasanya lebih praktis, terutama jika Anda menggabungkan Tegalalang dengan Tampaksiring atau destinasi luar pusat lainnya.

Beberapa area sawah membutuhkan jalan kaki. Karena itu, pilih tempat ini jika peserta nyaman berjalan di area terbuka. Untuk akses dan catatan kunjungan, lanjutkan ke panduan Sawah Terasering Tegalalang.

Istana Ubud atau Puri Saren Agung

Arsitektur Puri Ubud untuk rute budaya di pusat Ubud
Budaya singkat di pusat Ubud. Photo by Yousef Salah.

Istana Ubud cocok masuk ke rute pusat Ubud jika Anda ingin melihat arsitektur Bali dan suasana budaya tanpa perjalanan jauh.

Alokasikan sekitar 30 sampai 60 menit. Tempat ini lebih pas untuk kunjungan singkat, terutama jika Anda menggabungkannya dengan Pasar Seni Ubud dan Pura Taman Saraswati.

Mobil dengan sopir tidak selalu diperlukan jika Anda sudah berada di pusat Ubud. Area kunjungannya terbatas, jadi Puri Ubud lebih cocok menjadi bagian dari rute jalan kaki, bukan tujuan utama satu hari penuh.

Untuk area kunjungan dan catatan pertunjukan, gunakan panduan Puri Ubud.

Pura Taman Saraswati

Pura Taman Saraswati cocok untuk kunjungan singkat di pusat Ubud, terutama jika Anda ingin melihat arsitektur Bali, kolam teratai, dan suasana pura tanpa rute yang panjang.

Alokasikan sekitar 30 sampai 45 menit. Tempat ini cocok untuk foto singkat, rute budaya ringan, atau pelengkap setelah mengunjungi Puri Ubud dan Pasar Seni Ubud.

Anda biasanya tidak memerlukan mobil dengan sopir jika sudah berada di pusat Ubud. Karena area kunjungannya tidak luas, jadikan Pura Taman Saraswati sebagai pelengkap rute, bukan tujuan utama satu hari penuh.

Untuk detail lokasi dan catatan foto, gunakan panduan Pura Taman Saraswati Ubud.

Pasar Seni Ubud

Tas anyaman dan suvenir Bali di kios pasar seni Ubud
Suvenir ringan di pusat Ubud. Photo by Ankit Saxena.

Pasar Seni Ubud cocok untuk berhenti sebentar di rute pusat Ubud, terutama jika Anda ingin melihat kerajinan atau mencari oleh-oleh setelah mengunjungi Puri Ubud dan Pura Taman Saraswati.

Alokasikan sekitar 45 sampai 90 menit. Jika hanya melihat-lihat, waktunya bisa lebih singkat. Sebaliknya, jika ingin belanja, beri waktu lebih longgar untuk membandingkan beberapa kios.

Mobil dengan sopir tidak selalu diperlukan jika Anda menginap di pusat Ubud. Namun, kendaraan pribadi dengan sopir akan lebih praktis jika pasar ini masuk ke rute luar pusat.

Untuk tips belanja dan cara mengatur waktu kunjungan, gunakan panduan Pasar Seni Ubud.

Campuhan Ridge Walk

Jalur hijau Campuhan Ridge Walk untuk jalan santai di Ubud
Jalur hijau untuk rute santai. By Sam Vella.

Campuhan Ridge Walk cocok untuk jalan santai di area hijau dekat pusat Ubud, terutama jika Anda ingin suasana alam tanpa keluar jauh dari area utama Ubud.

Alokasikan sekitar 1 sampai 1,5 jam jika ingin berjalan pelan dan berhenti untuk foto. Tempat ini cocok untuk pasangan, wisatawan solo, atau pengunjung yang ingin rute santai.

Mobil dengan sopir tidak selalu diperlukan jika Anda menginap dekat Campuhan atau pusat Ubud. Namun, kendaraan akan lebih praktis jika rute hari itu juga mencakup Tegalalang, Tampaksiring, atau Bedulu.

Karena jalurnya terbuka, pilih waktu yang tidak terlalu terik. Jika membawa anak kecil atau orang tua, pilih rute pendek dan jangan memaksakan perjalanan terlalu panjang.

Untuk titik awal, waktu terbaik, dan catatan jalur, gunakan panduan Campuhan Ridge Walk.

Goa Gajah

Pintu batu Goa Gajah untuk rute budaya luar pusat Ubud
Situs budaya di luar pusat. By Wira Tour Bali.

Goa Gajah cocok masuk ke rute luar pusat Ubud jika Anda ingin menambah unsur budaya dan sejarah tanpa menghabiskan waktu terlalu lama di satu tempat.

Alokasikan sekitar 45 sampai 60 menit. Tempat ini lebih pas untuk pengunjung yang ingin melihat situs bersejarah, area pura, dan suasana budaya Bali dalam kunjungan singkat.

Mobil dengan sopir akan lebih praktis jika Anda menggabungkan Goa Gajah dengan Tegalalang, Tampaksiring, atau area Gianyar. Untuk rute yang hanya fokus di pusat Ubud, pilih Goa Gajah hanya jika waktu masih cukup.

Karena Goa Gajah berada di area pura, siapkan pakaian yang sesuai sejak awal. Untuk lokasi, area kunjungan, dan aturan berpakaian, gunakan panduan Goa Gajah.

Pura Tirta Empul

Pengunjung melukat di Pura Tirta Empul Tampaksiring
Tradisi melukat di Tampaksiring. By Oleksandr P.

Pura Tirta Empul cocok jika Anda ingin melihat suasana pura Bali dan tradisi melukat di area Tampaksiring.

Alokasikan sekitar 1 sampai 1,5 jam. Beri waktu lebih longgar jika Anda ingin ikut melukat, karena alur kunjungan biasanya lebih lama daripada kunjungan foto singkat.

Mobil dengan sopir lebih praktis untuk Tirta Empul karena lokasinya berada di luar pusat Ubud. Anda juga lebih mudah menggabungkannya dengan Tegalalang Rice Terrace atau Candi Tebing Gunung Kawi Tampaksiring.

Untuk aturan melukat dan catatan kunjungan pura, gunakan panduan Pura Tirta Empul.

Candi Tebing Gunung Kawi Tampaksiring

Candi Tebing Gunung Kawi cocok jika Anda tertarik pada situs sejarah, pura, pahatan tebing batu, dan suasana lembah.

Alokasikan sekitar 1 sampai 1,5 jam. Tempat ini lebih cocok untuk pengunjung yang nyaman berjalan kaki karena akses area membutuhkan tangga.

Mobil dengan sopir lebih praktis karena lokasinya berada di Tampaksiring. Tempat ini biasanya lebih masuk akal jika Anda gabungkan dengan Tirta Empul atau Tegalalang.

Jika membawa orang tua atau anak kecil, pertimbangkan kondisi fisik peserta sebelum memilih tempat ini. Untuk akses tangga dan catatan kunjungan, gunakan panduan Candi Tebing Gunung Kawi Tampaksiring.

Museum Neka

Museum Neka cocok jika Anda ingin melihat seni Bali dalam suasana yang lebih tenang.

Alokasikan sekitar 1 sampai 1,5 jam. Tempat ini lebih cocok untuk pecinta seni, pasangan, atau wisatawan yang ingin memberi ruang khusus untuk museum dalam rute Ubud.

Mobil dengan sopir lebih praktis jika Anda tidak menginap dekat Kedewatan atau Sanggingan. Jika waktu terbatas, prioritaskan destinasi pusat Ubud terlebih dahulu, lalu pilih Museum Neka jika seni menjadi bagian penting dari rute Anda.

Untuk koleksi, lokasi, dan catatan kunjungan, gunakan panduan Museum Neka.

Museum Blanco Renaissance

Museum Blanco Renaissance cocok masuk ke rute Campuhan jika Anda ingin menambah unsur seni tanpa membuat perjalanan terlalu padat.

Alokasikan sekitar 1 sampai 1,5 jam. Tempat ini lebih pas untuk pasangan atau wisatawan yang ingin suasana museum, taman, dan foto santai, bukan untuk rute yang fokus pada sawah atau pura.

Mobil dengan sopir tidak selalu diperlukan jika Anda sudah berada di sekitar Campuhan atau pusat Ubud. Namun, kendaraan akan lebih praktis jika Anda menggabungkan museum ini dengan Museum Neka, Campuhan Ridge Walk, atau destinasi luar pusat.

Untuk koleksi, lokasi, dan aturan kunjungan, gunakan panduan Museum Blanco Renaissance.

Pusat Ubud atau Luar Pusat Ubud?

Setelah melihat pilihan tempat, tentukan area rute terlebih dahulu.

Beberapa tempat berada di pusat Ubud dan mudah Anda gabungkan. Beberapa lainnya berada di luar pusat, seperti Tegalalang, Tampaksiring, dan Bedulu.

Untuk Rute Pusat Ubud

Pilih pusat Ubud jika Anda ingin rute yang lebih ringkas dan tidak terlalu banyak berpindah kendaraan.

Rute pusat Ubud cocok jika:

  • waktu Anda terbatas;
  • ingin beberapa tempat yang berdekatan;
  • menginap dekat Monkey Forest, Jalan Raya Ubud, atau area pusat;
  • ingin menggabungkan tempat budaya, pasar, dan jalan santai dalam satu area.

Tempat yang bisa dipertimbangkan:

  • Istana Ubud;
  • Pasar Seni Ubud;
  • Pura Taman Saraswati;
  • Monkey Forest Ubud;
  • Campuhan Ridge Walk.

Beberapa titik bisa Anda gabungkan dengan berjalan kaki jika lokasi awal dekat. Namun, parkir, lalu lintas, cuaca, dan kondisi trotoar bisa membuat perpindahan terasa lebih lambat pada jam ramai.

Untuk Rute Luar Pusat Ubud

Pilih luar pusat Ubud jika Anda ingin melihat sawah, pura besar, atau situs sejarah seperti Tegalalang, Tampaksiring, dan Bedulu.

Rute ini lebih cocok jika Anda punya waktu lebih longgar. Mobil dengan sopir biasanya lebih praktis karena jarak antar destinasi lebih jauh, titik parkir berbeda-beda, dan perpindahan tempat perlu diatur dengan baik.

Tempat yang bisa dipertimbangkan:

  • Tegalalang Rice Terrace;
  • Pura Tirta Empul;
  • Candi Tebing Gunung Kawi Tampaksiring;
  • Goa Gajah.

Jika Anda belum pernah ke Ubud dan masih bingung memilih area menginap, durasi, dan transportasi, gunakan panduan pertama kali liburan ke Ubud.

Pilih Tempat Wisata di Ubud Sesuai Gaya Liburan

Setelah memilih area, sesuaikan destinasi dengan gaya perjalanan Anda. Cara ini membantu Anda menghindari rute yang terlalu padat atau terlalu mirip antar tempat.

Untuk Keluarga

Jika datang bersama keluarga, prioritaskan tempat yang mudah diakses, tidak memakan waktu terlalu lama, dan bisa Anda gabungkan dalam satu area.

Destinasi yang dapat Anda pilih:

  • Monkey Forest Ubud, jika keluarga nyaman mengikuti aturan area monyet;
  • Istana Ubud;
  • Pura Taman Saraswati;
  • Goa Gajah.

Jika membawa anak kecil atau orang tua, batasi rute luar pusat Ubud. Pilih tempat yang jaraknya searah dan tidak membutuhkan terlalu banyak naik turun kendaraan.

Jika Anda datang bersama anak dan ingin pilihan yang lebih spesifik, gunakan panduan destinasi ramah anak di Ubud.

Untuk Pasangan

Untuk pasangan, pilih destinasi dengan suasana santai, pemandangan, atau nilai foto yang kuat.

Pilihan yang cocok:

  • Tegalalang Rice Terrace;
  • Campuhan Ridge Walk;
  • Pura Taman Saraswati;
  • Museum Blanco Renaissance.

Jika ingin rute santai, pilih area Campuhan dan pusat Ubud. Jika ingin pemandangan sawah sebagai fokus utama, jadikan Tegalalang sebagai tujuan utama.

Untuk Budaya dan Seni

Jika tujuan utama Anda adalah melihat budaya Ubud, pilih kombinasi pura, istana, atau situs sejarah.

Tempat yang bisa Anda masukkan:

  • Istana Ubud;
  • Pura Taman Saraswati;
  • Goa Gajah;
  • Pura Tirta Empul;
  • Candi Tebing Gunung Kawi Tampaksiring.

Jika Anda lebih tertarik pada museum, Museum Neka atau Museum Blanco Renaissance bisa menjadi pilihan tambahan.

Untuk Sawah dan Alam

Jika ingin suasana hijau, pilih destinasi yang memberi pemandangan terbuka, jalur jalan santai, atau suasana hutan.

Destinasi yang bisa Anda pertimbangkan:

  • Tegalalang Rice Terrace;
  • Campuhan Ridge Walk;
  • Monkey Forest Ubud.

Tegalalang lebih cocok jika prioritas Anda adalah foto sawah. Campuhan lebih cocok untuk jalan santai. Monkey Forest lebih cocok jika Anda ingin suasana hutan di pusat Ubud.

Tips Memilih Rute Tempat Wisata di Ubud

Untuk satu hari, pilih 3 sampai 4 tempat dengan area yang masih searah.

Rute pusat Ubud bisa memuat lebih banyak tempat karena beberapa lokasi berdekatan. Sebaliknya, rute Tegalalang, Tampaksiring, dan Bedulu membutuhkan waktu lebih longgar karena jarak, parkir, dan perpindahan antar lokasi.

Agar rute lebih seimbang, gabungkan tempat dengan fungsi berbeda:

  • satu tempat di pusat Ubud;
  • satu tempat alam atau sawah;
  • satu tempat budaya atau sejarah.

Jika ingin memilih destinasi dengan biaya lebih ringan, gunakan panduan tempat wisata gratis dan murah di Ubud.

Untuk contoh susunan kunjungan harian, gunakan panduan rute jalan-jalan di Ubud 1 hari. Detail itinerary tidak dibahas di halaman ini agar fokus tetap pada pilihan tempat wisata.

Jika yang Anda cari bukan daftar tempat, melainkan pengalaman seperti rafting, cycling, ATV, wahana keluarga, atau aktivitas lainnya, gunakan panduan aktivitas wisata yang bisa dilakukan di Ubud.

FAQ tentang Tempat Wisata di Ubud

Apakah semua tempat wisata Ubud bisa dikunjungi dalam satu hari?

Tidak. Untuk satu hari, pilih beberapa tempat dengan fungsi berbeda dan area yang masih searah.

Pusat Ubud lebih mudah digabung. Tegalalang, Tirta Empul, Gunung Kawi, dan Goa Gajah membutuhkan waktu perjalanan lebih panjang.

Kapan perlu mobil dengan sopir di Ubud?

Gunakan mobil dengan sopir jika rute Anda mencakup Tegalalang, Tampaksiring, Bedulu, atau beberapa titik luar pusat Ubud.

Untuk area pusat Ubud, beberapa tempat bisa Anda gabungkan dengan berjalan kaki jika lokasi awal dekat.

Apakah halaman ini membahas tiket dan aktivitas wisata?

Tidak secara detail.

Halaman ini fokus membantu Anda memilih destinasi fisik di Ubud. Untuk harga tiket, jam buka, itinerary, atau aktivitas seperti rafting dan cycling, gunakan halaman khusus yang lebih sesuai.

Rencanakan Kunjungan ke Tempat Wisata di Ubud

Pilih tempat wisata berdasarkan area, waktu kunjungan, dan kondisi peserta.

Untuk rute pusat Ubud, beberapa tempat lebih mudah Anda gabungkan. Untuk Tegalalang, Tampaksiring, Bedulu, atau beberapa titik luar pusat, mobil dengan sopir biasanya lebih praktis.

Jika datang bersama keluarga, pasangan, atau grup kecil, pilih destinasi yang fungsinya berbeda agar rute tidak terasa padat atau terlalu mirip.

Bagikan ini:

  • Share on Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Share on WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Share on Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Share on X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Email a link to a friend(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik

Artikel Terkait

Tanggal Publish: Mei 25, 2026 | Wayan Suadnyana Kategori: Destinasi Wisata
Previous Post:Keluarga dan anak berfoto dengan burung di Bali ZooInfo Pengunjung Bali Zoo
Next Post:10 Aktivitas di Ubud Favorit Wisatawan IndonesiaRombongan bersepeda melewati jalan kecil di antara sawah Ubud

Tentang Wayan Suadnyana

Spesialis Wisata Bali di Wira Tour Bali

Hai, saya Wayan Suadnyana, spesialis wisata Bali dan salah satu penulis di Wira Tour Bali. Saya sudah 24+ tahun berkecimpung di dunia pariwisata Bali, membantu traveler merencanakan liburan yang lebih lancar lewat informasi yang jelas, praktis, dan bukan sekadar perkiraan.

Saya lulus dari Bali Tourism College (STP Bali) pada tahun 2001. Sejak itu, saya menggabungkan pengalaman langsung di lapangan dengan gaya penulisan yang fokus pada kebutuhan traveler. Tujuan saya sederhana: membantu Anda memilih tempat yang tepat, rute yang benar, dan rencana yang realistis supaya tidak buang waktu atau salah lokasi.

Yang bisa Anda harapkan dari panduan saya

Info akurat untuk ambil keputusan: harga, jam buka, lokasi, dan catatan “apa yang perlu Anda tahu sebelum datang”

Update transparan: saya memakai tanggal terakhir dicek dan disclaimer yang jelas karena jadwal dan biaya bisa berubah

Tips lokal yang relevan: akses masuk, parkir, waktu terbaik berkunjung, dan detail kecil yang terasa penting saat hari-H

Saya sangat familiar dengan kebutuhan logistik liburan di Bali seperti rute private car + driver, day tour, water sports, rafting, perencanaan fast boat, dan berbagai spot budaya di banyak area Bali. Saya menulis untuk traveler yang ingin Bali terasa mudah, bukan membingungkan.

Saat tidak menulis atau membantu tamu, saya biasanya mengeksplor Bali, seringnya sambil bersepeda. Pengalaman di jalan itulah yang membuat rekomendasi saya tetap realistis.

Ingin tips perjalanan dan update terbaru? Hubungi Wira Tour Bali dan ikuti media sosial kami untuk panduan baru, info musiman, dan shortcut praktis merencanakan liburan di Bali.

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Jam Buka Kantor

  • Senin, 07:00 – 22:00 Wita
  • Selasa, 07:00 – 22:00 Wita
  • Rabu, 07:00 – 22:00 Wita
  • Kamis, 07:00 – 22:00 Wita
  • Jumat, 07:00 – 22:00 Wita
  • Sabtu, 07:00 – 22:00 Wita
  • Minggu, 07:00 – 22:00 Wita

Kontak

  • [email protected]
  • +6236 6558 1096 (Land Line).
  • +62812 3615 8243 (Telkomsel).
  • +62822 4714 8222 (Telkomsel).
  • Kebijakan Privasi.
  • Ubah pengaturan cookie

Alamat Kantor

Jalan Raya Sampalan No.45, Sampalan Tengah, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Bali 80761
Latitude: -8.5406281
Longitude: 115.4169525


  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram

Copyright © 2026 · Wira Tour Bali – NIB: 9120007512702 | KBLI: 79121 & 79111 · Power by WordPress

We use analytics cookies to improve this site. Click Accept to enable analytics, or Reject to continue without analytics. You can change this any time.

Memuat Komentar...